Maros, PKBI Daerah Sulawesi Selatan mengadakan kegiatan Aksi Kolektif dalam rangka Peringatan 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Hari Disabilitas. Kegiatan ini berkolaborasi bersama Yayasan BaKTI dan Kemitraan-SCF yang berlangsung di Gedung Serba Guna Kabupaten Maros. (Senin, 05 Desember 2022)

Pada rangkaian acara ini, dilakukan juga Diskusi Pendalaman Isu GEDSI untuk Perlindungan Anak dan Kelompok Terpinggirkan yang didampingi oleh fasilitator Rubiah dan Fitriani.

Rubiah selaku fasilitator, menyampaikan pada diskusi ini “tingginya kasus kekerasan seksual pada anak lebih disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya pemahaman orangtua dalam pengasuhan yang masih minim dan lingkungan yang tidak kondusif dalam mendorong pemenuhan hak dan perlindungan anak”, ungkapnya.

Salah satu peserta diskusi juga menyampaikan bahwa “Pendidikan kesehatan reproduksi dan seksual sangatlah penting dilakukan di tingkat remaja sekolah SMP maupun SMA, agar dapat meminimalisir tindak kekerasan seksual nantinya”, ungkapnya.

Melihat situasi tersebut, tentunya masih banyak hal yang masih menjadi tanggung jawab besar bersama dalam pemenuhan Hak dasar mereka, Untuk itu maka PKBI Sulawesi Selatan melalui Program INKLUSI berupaya menggalang dukungan dan kemitraan kepada berbagai pihak terkait.


Dalam kegiatan Aksi Kolektif tersebut juga turut hadir, Kepala LPKA II Maros, Mildar, Ketua TP-PKK, Ulfiah Nur Yusuf Chaidir, Wakil Ketua II DPRD Maros, Khaeriah Rahman, Kepala Dinas Sosial Maros, Nuryadi dan seluruh peserta dari lembaga sosial.

#pkbiprograminklusi #inklusiuntuksemua #PKBISULSEL #suarapkbi

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here